"Saya menulis tulisan ini bukan untuk mengadili, hanya mengeluarkan nada mayor untuk mereka yang (dianggap) minor"
Yak, judul itulah yang terlintas ketika saya melihat keadaan sekitar, bukan tentang anda yang sedang asik berkorupsi, juga bukan tentang kalian yang sedang berkumpul dengan teori konspirasi untuk menghancurkan dunia.
Hal kecil namun mengganggu ini mungkin bagi beberapa orang tak masalah bahkan biasa saja, saya ingin bercerita pengalaman saya, jika ketika anda membaca cerita ini dalam hati anda berkata setuju lanjutkan membaca, jika tidak, berhenti membaca dan tutup halaman ini.
Suatu hari saya sedang berada di suatu restoran, tak terlalu mewah, biasa di kunjungi oleh muda-mudi, teman sepermainan, dan juga keluarga. Awalnya tak ada yang mengganggu pikiran saya, namun saya melihat di satu pojok restoran, ada wanita muda kira-kira berumur 23-25 tahun memakai seragam Babysitter sedang duduk dan di sekitarnya di penuhi barang-barang belanjaan, “oh mungkin ia sedang menunggu majikannya” ucap saya dalam hati.
Tapi? Sebentar, tak jauh dari ia duduk ada 1 keluarga yang sedang asik bercengkrama, terdiri dari 1 pasang suami istri, 1 orang wanita tua dengan dandanan “hebring”, 1 orang anak berusia kira-kira 8-10 tahun dan seorang balita yang sedang di pangku ibunya. Sambil memakan hidangan yang telah di siapkan pramusaji, keluarga itu melahap makanan dengan begitu senangnya. Tak lama kemudian, sang ibu dari balita memanggil sang Babysitter, “yu, itu bekalnya makan, kan ada di tas mu”, “WOW”, alangkah kagetnya saya mendengar ucapan sang MAJIKAN!, begitu “rendah” kah sang babysitter, hingga harus dibekalkan makanan dari rumah? Atau memang se pelit itukah sang MAJIKAN hingga tak rela membelikan makanan yang sama dengan apa yang ia makan?
Inilah yang langsung saya pikirkan hingga saat ini, wahai kalian para MAJIKAN yang terhormat, yang mempekerjakan MEREKA, sekiranya jika engkau hendak pergi ke mall atau berekreasi dengan keluargamu, janganlah menjadikan MEREKA begitu rendah di mata orang lain, tak perlu ingin di anggap “Berbeda” dan kaya raya!
Ini pilihan hidup yang sulit bagi MEREKA, bahkan untuk memilih jalan ini pun tak sempat terlintas oleh MEREKA ketika menghirup udara segar untuk pertama kalinya terlahir di dunia.
Maka tak perlulah memakaikan seragam ketika MEREKA ikut dengan KALIAN pergi keluar rumah, tanpa seragam pun MEREKA sadar harus memposisikan diri ketika bersama KALIAN, tuhan saja menciptakan kita tanpa label untuk di seragamkan! Apa KALIAN merasa pantas untuk menentukan manusia mana yang pantas memakai seragam dan siap menjadikan MEREKA terlihat mencolok di tempat umum, dan siap menerima sorotan mata setiap orang yang melihatnya???, dan tak perlu pula mebedakan meja makan mereka ketika kalian sedang berada di restoran, atau kah mereka sampai harus dibawakan bekal makanan dari rumah, sehingga MEREKA tak perlu memesan makanan yang bisa menghabiskan uang anda?!!
BEDEBAH!!!!!
Maaf jika ada beberapa kata kasar di tulisan ini, dan bagi anda yang merasa tersindir, jangan marah pada saya, karena menurut saya, bukan saya saja yang merasakan hal ini.
Maaf jika ada beberapa kata kasar di tulisan ini, dan bagi anda yang merasa tersindir, jangan marah pada saya, karena menurut saya, bukan saya saja yang merasakan hal ini.

beneran BEDEBAH memang :|
BalasHapusBenar, memang tidak selayaknya Asisten Rumah Tangga (ART) ataupun babysitter diperlakukan semena-mena. Bagaimanapun mereka adalah manusia yang derajatnya tetap sama di mata Tuhan.
BalasHapusOh iya, saya tidak bermaksud menggurui tapi mau saran aja nih, sepertinya di setiap paragaraf nggak perlu ada kata yang di capslock deh. Dengan dua-tiga kata yang di capslock, pembaca juga udah paham kalau penulisnya lagi emosi.
Salam kenal.
terima kasih sarannya ...
BalasHapus:)
ehm,, MOSTLY.. kejadian kayak gini biasa ditemui di keluarga2 keturunan chinese (tanpa bermaksud rasis yaaa) tapi memang kenyataannya seperti itu.
BalasHapusagak disayangkan siy.. mengingat toh mereka ga akan jatuh miskin hanya dengan memberikan jatah makan 1 piring kepada babysitter/ART yang ikut bersama mereka.
semuanya kembali kepada adat dan tata cara kebiasaan masing2 keluarga siy..
semoga kita2 yang bisa komentar kayak gini ga akan ngelakuin seperti yang kayak gini yaa...
(jujur seinget gue komen gue yang pertama jauh lebih pedes.. berhubung entah kenapa ga masuk.. jadi diperhalus aja ya seperti ini ;))
nice writing btw.... :D
huahahahhahahahaa.....
BalasHapusakhirnya nangkring jg nih komen...
hehehe itu kan pendapat elu, so gw sih g bisa bilang setuju atau engga *takutdisangkarasisjg haha..
thank's put..
kalo kata Andre taulani:
BalasHapusTetes air mata basahi pipiku
Di saat kita kan berpisah
Terucapkan janji padamu kasihku
Takkan kulupakan dirimu
Begitu beratnya kau lepas diriku
Sebut namaku jika kau rindukan aku
Aku akan datang
Mungkinkan kita kan slalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
Tuk melepaskan semua kerinduanku
Lambaian tanganmu iringi langkahku
Terbersit tanya di hatiku
Akankah dirimu kan tetap milikku
Saat kembali di pelukanku
Begitu beratnya kau lepas diriku
Sebut namaku jika kau rindukan aku
Aku akan datang
Mungkinkan kita kan slalu bersama
Walau terbentang jarak antara kita
Biarkan kupeluk erat bayangmu
Tuk melepaskan semua kerinduanku
Kau kusayang
Slalu kujaga
Takkan kulepas selamanya
Hilangkanlah
Keraguanmu pada diriku
Di saat kujauh darimu
wuihhhhhhhhhhhhhhh...siapa nih?hahahahha
BalasHapusmereka sama dg kita hny beda kerjaan aja kn , harusnya kita hargai mereka . ngurus anak itu kan harusnya tanggung jawab ibu.
BalasHapusbetul sekali mbak METAL ini :D
BalasHapus